Chapter 12 & 13
Meskipun terdapat banyak IC yang hanya berisi rangkaian digital dan banyak juga yang hanya berisi rangkaian linear, ada sejumlah IC yang mengandung keduanya, yaitu rangkaian linear dan digital. Salah satu contoh IC linear/digital adalah rangkaian komparator.
Rangkaian komparator adalah rangkaian di mana suatu tegangan input linear dibandingkan dengan tegangan referensi lainnya, dengan output berupa kondisi digital yang menunjukkan apakah tegangan input tersebut melebihi tegangan referensi.
Rangkaian yang mengubah sinyal digital menjadi tegangan analog (linear), serta yang mengubah tegangan linear menjadi nilai digital, banyak digunakan dalam peralatan dirgantara, otomotif, dan pemutar compact disk (CD), serta berbagai aplikasi lainnya.
Memahami klasifikasi penguat daya dan efisiensinya.
Menganalisis distorsi harmonik dan teknik heat sinking pada penguat daya.
Mempelajari prinsip kerja IC timer 555 dan aplikasinya.
Mengevaluasi konverter digital-analog (DAC) dan loop terkunci fase (PLL).
1. Software Proteus
Proteus adalah perangkat lunak simulasi elektronik yang digunakan untuk merancang, menguji, dan memvisualisasikan rangkaian elektronik secara virtual. Software ini mendukung simulasi berbagai komponen, termasuk mikrokontroler, sehingga memudahkan pengguna dalam merancang dan menguji sistem tanpa perlu merakitnya secara fisik terlebih dahulu.
3. Signal Generator
Signal generator adalah alat yang menghasilkan berbagai jenis sinyal listrik, seperti gelombang sinusoidal, kotak, atau segitiga, dengan frekuensi dan amplitudo yang dapat diatur. Alat ini digunakan untuk menguji, mengkalibrasi, dan mensimulasikan perangkat elektronik dalam berbagai aplikasi, termasuk riset, pengembangan, dan pengujian sistem komunikasi serta rangkaian elektronik.
4. Op-Amp
OPERASI UNIT KOMPARATOR
Sebuah rangkaian komparator menerima input berupa tegangan linier dan menghasilkan keluaran digital yang menunjukkan kapan satu input lebih kecil atau lebih besar dari yang lain. Rangkaian komparator dasar dapat direpresentasikan seperti pada gambar.
Output merupakan sinyal digital yang tetap berada pada level tegangan tinggi ketika input non-inverting (+) lebih besar daripada tegangan pada input inverting (−), dan beralih ke level tegangan rendah ketika tegangan input non-inverting turun di bawah tegangan input inverting.
Gambar menunjukkan koneksi tipikal dengan salah satu input (pada contoh ini input inverting) dihubungkan ke tegangan referensi sebesar +2 V, sedangkan terminal input non-inverting digunakan sebagai tegangan sinyal input. Selama Vin lebih kecil dari tegangan referensi +2 V, keluaran tetap berada pada level tegangan rendah (mendekati −10 V). Ketika input naik sedikit di atas +2 V, keluaran dengan cepat beralih ke level tegangan tinggi (mendekati +10 V). Dengan demikian, keluaran tinggi menunjukkan bahwa sinyal input lebih besar dari +2 V.
Gambar menunjukkan suatu rangkaian yang bekerja dengan tegangan referensi positif yang dihubungkan ke input pembalik (inverting input), dan output dihubungkan ke LED indikator. Nilai tegangan referensi ditetapkan sebagai:
Karena tegangan referensi dihubungkan ke input pembalik (inverting input), maka output akan berpindah ke level saturasi positif ketika tegangan input Vi menjadi lebih positif daripada tegangan referensi +6 V. Tegangan output Vo kemudian menghidupkan LED sebagai indikasi bahwa input lebih besar dari tegangan referensi.
Sebagai alternatif, tegangan referensi dapat dihubungkan ke input non-pembalik (non-inverting input) seperti pada gambar.
Dengan konfigurasi ini, jika sinyal input turun di bawah level referensi, maka output akan menghidupkan LED.
Meskipun op-amp dapat digunakan sebagai rangkaian komparator, unit IC komparator terpisah lebih cocok. Beberapa peningkatan yang ada pada IC komparator antara lain: peralihan (switching) yang lebih cepat antara dua level output, ketahanan terhadap noise untuk mencegah output berosilasi saat input melewati level referensi, serta output yang mampu langsung menggerakkan berbagai jenis beban. Berikut beberapa IC komparator populer.
Rangkaian komparator yang dapat bekerja dengan catu daya ganda ±15 V maupun catu daya tunggal +5 V (seperti pada rangkaian logika digital). Output dapat memberikan tegangan pada salah satu dari dua level tertentu atau dapat digunakan untuk menggerakkan lampu atau relay. Perhatikan bahwa output diambil dari transistor bipolar sehingga memungkinkan untuk menggerakkan berbagai jenis beban.
IC 339 adalah komparator empat (quad comparator) yang berisi empat rangkaian komparator tegangan independen yang terhubung ke pin eksternal. Setiap komparator memiliki input inverting dan non-inverting serta satu output.
Tegangan catu yang diberikan ke sepasang pin akan memberi daya ke keempat komparator. Bahkan jika hanya satu komparator yang digunakan, keempatnya tetap akan mengonsumsi daya.
Isi problem pengamatan ditulis di sini.
A. Output akan terhubung ke Ground (VEE)
B. Output akan bernilai 0V secara otomatis
C. Output akan berada pada kondisi High Impedance (mengikuti tegangan pull-up)
D. Output akan menghasilkan tegangan konstan 1V
E. Output akan berosilasi secara terus-menerus
A. Kapasitor elektrolit ke Ground
B. Resistor Pull-Up ke sumber tegangan (VCC)
C. Dioda Zener secara seri
D. Induktor sebagai filter
E. Resistor pembagi tegangan ke pin Inverting
B. 2.0V
C. 1.5V
D. Mendekati 0V
E. -5.0V
Download Proteus Fig. 13.5 [disini]
Download Proteus Fig. 13.6 [disini]
Download Proteus Fig. 13.7 [disini]


















Komentar
Posting Komentar