Chapter 14 & 15
DAFTAR ISI
SUB-CHAPTER 14.10 : UNIJUCTION OSCILLATOR
1. Pendahuluan [Kembali]Osilator unijunction termasuk dalam kategori osilator relaksasi, yaitu osilator yang bekerja berdasarkan proses pengisian dan pengosongan kapasitor secara berulang. Proses ini menghasilkan bentuk gelombang khas berupa gelombang gigi gergaji (sawtooth wave) dan pulsa, yang sangat berguna dalam aplikasi rangkaian pemicu (trigger), pengatur waktu (timer), dan pembangkit pulsa digital. Frekuensi osilasi yang dihasilkan ditentukan oleh nilai komponen pengatur waktu RT dan CT, serta parameter intrinsik transistor yang dikenal sebagai rasio stand-off (η).
- Memahami prinsip kerja transistor unijunction (UJT) dan karakteristik resistansi negatifnya dalam rangkaian osilator.
- Menjelaskan konsep osilator relaksasi dan bagaimana proses pengisian serta pengosongan kapasitor menghasilkan sinyal osilasi.
- Menghitung frekuensi osilasi rangkaian osilator unijunction menggunakan persamaan yang melibatkan RT, CT, dan rasio stand-off intrinsik η.
- Menganalisis bentuk gelombang keluaran osilator unijunction, termasuk gelombang gigi gergaji pada emitor, pulsa positif pada basis 1 (B₁), dan pulsa negatif pada basis 2 (B₂).
- Menerapkan konsep tegangan stand-off (VT) dalam menentukan titik penyalaan (firing point) transistor unijunction pada rangkaian.
- Merancang dan menganalisis rangkaian osilator unijunction sederhana untuk keperluan aplikasi pembangkit sinyal digital.
1. Software Proteus
Proteus adalah perangkat lunak simulasi elektronik yang digunakan untuk merancang, menguji, dan memvisualisasikan rangkaian elektronik secara virtual. Software ini mendukung simulasi berbagai komponen, termasuk mikrokontroler, sehingga memudahkan pengguna dalam merancang dan menguji sistem tanpa perlu merakitnya secara fisik terlebih dahulu.
3. Op-Amp
Signal generator adalah alat yang menghasilkan berbagai jenis sinyal listrik, seperti gelombang sinusoidal, kotak, atau segitiga, dengan frekuensi dan amplitudo yang dapat diatur. Alat ini digunakan untuk menguji, mengkalibrasi, dan mensimulasikan perangkat elektronik dalam berbagai aplikasi, termasuk riset, pengembangan, dan pengujian sistem komunikasi serta rangkaian elektronik.
UNIJUCTION OSCILLATOR (
Biasanya, transistor unijunction memiliki rasio stand-off antara 0,4 hingga 0,6. Dengan menggunakan nilai η = 0,5, kita mendapatkan:
Kapasitor CT diisi melalui resistor RT menuju tegangan suplai VBB. Selama tegangan kapasitor VE berada di bawah tegangan stand-off (VP) yang ditetapkan oleh tegangan pada B₁–B₂ dan rasio stand-off transistor η:
lead emitor unijunction tampak sebagai rangkaian terbuka. Ketika tegangan emitor pada kapasitor CT melebihi nilai ini (VP), rangkaian unijunction aktif dan mengosongkan kapasitor, setelah itu siklus pengisian baru dimulai. Ketika unijunction aktif, tegangan naik pada R₁ dan tegangan turun pada R₂ seperti yang ditunjukkan pada Gambar 14.38. Sinyal pada emitor adalah bentuk gelombang tegangan gigi gergaji, yang pada basis 1 merupakan pulsa positif dan pada basis 2 merupakan pulsa negatif.
A.
B.
C.
D.
C. 1,5 kHz
2. Pada rangkaian osilator unijunction, tegangan stand-off bergantung pada beberapa faktor. Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan kondisi kerja transistor unijunction?
A. Transistor unijunction akan aktif (firing) ketika tegangan emitor turun di bawah tegangan stand-off
B. Transistor unijunction akan aktif (firing) ketika tegangan emitor melebihi tegangan stand-off VPdan kapasitor CTakan dikosongkan
C. Transistor unijunction bekerja seperti transistor biasa dengan tiga terminal basis yang saling independen
D. Kapasitor dikosongkan melalui resistor ketika tegangan emitor mencapai
3. Jika rasio stand-off intrinsik sebuah transistor unijunction bernilai 0,6 tegangan antar basis
, dan tegangan dioda , berapakah tegangan stand-off ?
A.
B.
C.
D.
Jawaban: C. 7,9 V
Download Proteus Fig. 14.39 a [disini]
Download Proteus Fig. 14.39 b [disini]
Download Proteus Fig. 14.39 c [disini]

















Komentar
Posting Komentar