1. Jurnal [Kembali]
1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Nama : Evan Maulana Alreza
No BP : 2510952042
Tanggal Praktikum : 31 Maret 2026
Asisten : 1. Arina Putri Widiastuti
2. M.Alfareldo Boyke
| Tegangan DC |
|
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
120 mV | - | - |
Tegangan AC |
Amplitudo Vpp | Perioda | Frekuensi |
4,24 V | 1,000 ms | 1,000 kHz |
2. Membandingkan Frekuensi
Jenis Gelombang | Frekuensi oscilloscope | Frekuensi Generator Fungsi |
Sinusoidal | 1,000 KHz | 1,000 KHz |
Gigi gergaji | 1,002 KHz | 1,000 KHz |
Pulsa (Kotak) | 1,000 KHz | 1,000 KHz |
3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
Perbandingan Frekuensi | Frekuensi Generator A (fy) | Frekuensi Generator B (fx) | Gambar Lissajous |
1 : 1 | 1000 Hz | 1000 Hz |
|
1 : 2 | 1000 Hz | 2000 Hz |
|
2 : 1 | 2000 Hz | 1000 Hz |
|
1 : 3 | 1000 Hz | 3000 Hz |
|
3 : 1 | 3000 Hz | 1000 Hz |
|
2 : 3 | 2000 Hz | 3000 Hz |
|
3 : 2 | 3000 Hz | 2000 Hz |
|
4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
Beban | Daya Terukur (Watt) | V total | I total | Daya Terhitung (Watt) |
1 Lampu | 0,3009 | 0,25 | 0,2 | 0,05 |
2 Lampu | 0,8807 | 0,8 | 0,2 | 0,16 |
3 Lampu | 1,3288 | 0,3 | 0,2 | 0,06 |
5. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel
Beban | Daya Terukur (Watt) | V total | I total | Daya Terhitung (Watt) |
1 Lampu | 0,5629 | 1,8 | 0,29 | 0,522 |
2 Lampu | 1,0782 | 1,8 | 0,24 | 0,432 |
3 Lampu | 1,5579 | 1,8 | 0,29 | 0,522
|
2. Prinsip Kerja [Kembali]
Oscilloscope
1. Kalibrasi oscilloscope
a. Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron
b. Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah
c. Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope
d. Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.
2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
Susun rangkaian seperti gambar berikut

Tegangan Searah
a. Atur output power supply sebesar 4 Volt
b. Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply
c. Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope
Tegangan Bolak Balik
a. Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p
b. Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope
3. Mengukur dan Mengamati Frequency
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
b. Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal
c. Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator
d. Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa
4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
a. Susun rangkaian seperti gambar berikut
b. Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B
c. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B
d. Atur frekuensisinyal pada kanal A,sehingga diperoleh gambarsepertisalah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya. Bacalah penunjukan frekuensi generator
e. Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous
f. Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2
Pengukuran Daya
5. Mengukur Daya Satu Fasa
a. Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt
b. Ukur daya yang terbaca pada wattmeter
c. Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel
d. Catat penunjukan dari wattmeter
3. Video Percobaan [Kembali]
1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik
2. Membandingkan Frekuensi
3. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous
4. Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
4. Analisa[Kembali]
1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
Jawab :
Kalibrasi perlu dilakukan sebelum menggunakan osiloskop untuk memastikan bahwa hasil pengukuran tegangan, waktu, dan bentuk gelombang yang ditampilkan benar dan sesuai dengan nilai sebenarnya. Seiring waktu, komponen dalam osiloskop dapat mengalami penyimpangan (error), sehingga tanpa kalibrasi hasil pengukuran bisa tidak akurat dan menyesatkan. Oleh karena itu, kalibrasi penting untuk menjaga keakuratan, konsistensi, dan keandalan data yang diperoleh selama pengukuran.
2. Jelaskan perbedaan tegangan AC dan DC pada osiloskop berdasarkan amplitude, frekuensi, dan perioda
Jawab :
- Amplitudo : berubah-ubah secara periodik terhadap waktu, biasanya membentuk gelombang sinus.
- Frekuensi : tegangan AC memiliki frekuensi, yaitu jumlah siklus per detik (dalam Hz).
- Perioda : memiliki paerioda yangg menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus penuh.
- Amplitudo : bersifat konstan terhadap waktu, sehingga pada layar osiloskop ditampilkan sebagai garis lurus horizontal.
- Frekuensi : tidak memiliki frekuensi karena tidak mengalami perubahan atau gelombang.
- Perioda : tidak memiliki perioda karena tidak mengalami perubahan atau gelombang.
3. Jelaskan macam-macam bentuk gelombang berdasarkan generator fungsi dan frekuensi
Jawab :
1. Gelombang sinus (sine wave)
Merupakan representasi gelombang AC ideal. Memiliki perubahan nilai yang halus dan kontinu, serta Amplitudo berubah secara periodik mengikuti fungsi sinus.

2. Gelombang persegi (square wave)
Memiliki dua level tegangan (tinggi dan rendah) dan perubahan terjadi secara tiba-tiba.
Gelombang ini sering digunakan dalam rangkaian digital. Ciri utama : Duty cycle (perbandingan waktu ON dan OFF) dan banyak mengandung harmonisa.
3. Gelombang segitiga (triangel wave)
Perubahan tegangan naik dan turun secara linier. Gelombang ini lebih halus dibanding gelombang persegi, tetapi tidak sehalus sinus. Ciri utama : Laju perubahan (slope) konstan.
4. Gelombang gigi gerjaji (sawtooth wave)
Memiliki pola kenaikan tegangan yang linear ke puncak sebelum turun ke nilai awal. Banyak digunakan dalam sistem pemindaian (scan) seperti osiloskop lama atau TV. Ciri utama : Tidak simetris dan memiliki banyak harmonisa.
4. Bandingkan nilai daya terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu seri !
Jawab :
Pada pengukuran daya beban rangkaian lampu seri, arus yang mengalir sama setiap lampu dan tegangan setiap lampu berbeda. Secara teori, daya terukur seharusnya sama dengan daya terhitung. Daya terhitung dihitung dengan rumus (P = V x I). Namun, terjadi beberapa kesalahan dalam pengukuran yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kesalahan pembacaan atau perhitungan dan kerugian daya pada kabel atau sambungan.
5. Bandingkan nilai daya terukur dan nilai daya terhitung pada pengukuran daya beban lampu parallel !
Jawab :
Pada pengukuran daya beban rangkaian lampu parallel, tegangan pada tiap lampu sama, namun nilai arusnya juga cenderung sama. Seharusnya nilai arus berbeda karena terjadi pembagian arus pada rangkaian parallel. Secara teori, daya terukur seharusnya sama dengan daya terhitung (P = V x I). Kesalahan yang terjadi pada pengukuran terjadi karena beberapa faktor diantaranya arus bocor dalam rangkaian dan ketidakakuratan instrumen pengukuran.
5. Download File[Kembali]
Download video Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik di sini
Download video Membandingkan Frekuensi di sini
Download video Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous di sini
Download video Pengukuran Daya Beban Lampu Seri di sini
Download file Laporan Akhir di sini
Komentar
Posting Komentar