Laporan Akhir



1. Jurnal [Kembali]


JURNAL PRAKTIKUM

HUKUM OHM, MESH

Nama                          : Evan Maulana Alreza No BP                          : 2510952042 Tanggal Praktikum   : 5 Mei 2026

Asisten                         : Nabila Rahmazia Putri
                                        M. Naufal Lutfi




A. Hukum Ohm

R terbaca

V(V)

I (mA)

V perhitungan(V)

I perhitungan (mA)

560

 4,99 0,350,1968,91

1000

4,990,350,354,99

1200

4,990,350,424,15


V Toleransi(%)

Toleransi(%)

2445,92

96,07

1325,71

92,99

1088,09

91,56

B. Teorema Mesh

Resistor

Resistansi

Tegangan

Terukur(V)

Arus (mA)

terukur

Arus Mesh (mA) 

perhitungan

Terbaca 

Terukur

Ra

1000 Ω

1000 Ω6,936,47

IRa

6,93

Rb

1000 Ω

1000 Ω1,8861,25

IRb

1,89

Rc

1000 Ω

1000 Ω0,630,56

IRc

0,63

Rd

1000 Ω

1000 Ω5,144,94

IRd = I1-I2

5

Re

1000 Ω

1000 Ω1,251,15

IRe = I2-I3

1,27

Rf

1000 Ω

1000 Ω0,6290,58

IRf = I3

0,63

Rg

1000 Ω

1000 Ω1,801,8

IRg = I2

1,89


2. Prinsip Kerja [Kembali]

a.    Hukum Ohm

1. Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah.

2. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi.

3. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


Prinsip Kerja :

    Hukum Ohm menyatakan bahwa bahwa besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya .Secara sistematis besar arus dapat dihitung menggunakan hukum ohm dengan  rumus I=V/R. dari rumus ini ,besar arus pada suatu rangkaian/komponen bergantung pada besar tegangan yang mengalir kepada komponen itu dan besar hambatan yang dimiliki oleh komponen tersebut.Bedasarkan rangkaian diatas,resistor tersebut memiliki tegangan yang sama dengan tegangan pada sumber,karena resistor tersebut parallel dengan sumber tegangan.karena beda potensial di resistor itu,maka hukum ohm dapat berlaku dan besar arus dapat dicari menggunakan hukum ohm tersebut.

b.    Teorema Mesh

1. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah.

2. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi

3. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.


Prinsip Kerja :

    Metode arus Mesh merupakan prosedur langsung untuk menentukan arus pada setiap resistor dengan menggunakan persamaan simultan. Langkah pertamanya adalah membuat loop tertutup (disebut juga mesh) pada rangkaian. Loop tersebut tidak harus memiliki sumber tegangan, tetapi setiap sumber tegangan yang ada harus dimasukkan ke dalam loop. Loop haruslah meliputi seluruh resistor dan sumber tegangan. Dengan arus Mesh, dapat ditulis persamaan Kirchoff’s Voltage Law untuk setiap loop.


3. Video Percobaan [Kembali]

1. Hukum Ohm



2. Teorema Mesh



4. Analisa[Kembali]

Hukum OHM

1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan !

Jawab :


R terbaca : 560 Ohm, 1000 Ohm, 1200 Ohm

R terukur : 14,257 kOhm; 14,257 kOhm, 14,257 kOhm


    Perbandingan antara R terbaca dengan R perhitungan berbeda sangat signifikan. Hal ini terjadi karen saat melakukan pengukuran arus, data yang kami dapatkan besar arus sama pada setiap resistor. Seharusnya, menurut Hukum Ohm, besar arus pada suatu rangkaian berbanding terbalik dengan hambatannya. Dengan Kata lain, jika semakin besar hambatan maka arus akan semakin kecil (begitupun sebaliknya)

    

    Pada percobaan yang telah dilakukan, besarnya arus sama pada setiap resistor. Padahal percobaan dilakukan dengan memvariasikan besarnya resistor. Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan benda itu terjadi :

  •  faktor modul hukum ohm yang digunakan dalam percobaan tidak berfungsi dengan baik
  •  kesalahan praktikan dalam mengukur arus pada rangkaian  


2. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan Hukum Ohm?

Jawab :

  •   Alat ukur : ukuran multimeter yang terbatas, resistansi internal komponen, dan kalibrasi alat yang tidak tepat
  •  Kesalahan manusia : kesalahan dalam membaca skala pada alat ukur analog,salah mencatat atau membulatkan nilai pengukuran. dan ketidaktelitian dalam menyusun rangkaian.
  •  Kulitas komponen rangkaian : resistor tidak ideal, sumber tegangan (power supply) yang tidak stabil

3. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus?Apakah sesuai dengan teori Hukum Ohm?

Jawab :


Berdasarkan teori Hukum Ohm, jika resistansi diperbesar dengan tegangan tetap, maka arus yang mengalir pada rangkaian semakin kecil. Secara matematis dituliskan :


Namun pada percobaan yang telah dilakukan, saat resistansi diperbesar dengan tegangan tetap (4,99V), arus pada rangkaian tidak berubah (sama pada setiap resistornya 0,35mA). Artinya percobaan tidak sesuai dengan teori.

Mesh

1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran. Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan.

Jawab :


    Terdapat perbedaan arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran dengan selisih rata-rata 0,21. Hal ini disebabkan :

  •  Toleransi resistor (5% atau 10%)
  •  Hambatan internal alat ukur
  • Metode mesh mengansumsikan komponen ideal dan tegangan sumber sempurna


2. Apa keuntungan menggunakan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian yang kompleks?

Jawab :

  •   Meminimalkan jumlah variabel : hanya menggunakan arus mesh sebagai variabel utama(I1, I2, I3, ... In), bukan semua cabang arus
  •   Sistematis : persamaan dibentuk secara mekanis mengikuti loop. Cocok untuk rangkaian dengan banyak resistor seri-paralel
  •   Mengurangi kesalahan karena alur analisisnya terstruktur


3. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh, arusnya merupakan selisih dua arus mesh

Jawab :


    Ketika sebuah resistor berada di antara dua mesh, maka dua arus mesh melewatinya dengan secara berlawanan



    Berdasarkan KCL, arus pada R3 adalah :

    IR3 = I1-12

   

     Arus mesh I1 kebawah melalui R3. Arus mesh I2 mengalir ke atas melalui R3 (berlawanan).




5. Download File[Kembali]

Download Laporan Akhir di sini


Komentar

Postingan populer dari blog ini