Laporan Akhir
Nama : Evan Maulana Alreza No BP : 2510952042 Tanggal Praktikum : 5 Mei 2026
a. Hukum Ohm
1. Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah.
2. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi.
3. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
b. Teorema Mesh
1. Buatlah rangkaian seperti gambar rangkaian di bawah.
2. Pilih resistor dengan resistansi sesuai dengan kondisi
3. Ukur tegangan dan arus memakai voltmeter dan amperemeter dan catat pada jurnal percobaan.
1. Hukum Ohm
Hukum OHM
1. Bandingkan nilai resistansi terbaca dan perhitungan !
Jawab :
R terbaca : 560 Ohm, 1000 Ohm, 1200 Ohm
R terukur : 14,257 kOhm; 14,257 kOhm, 14,257 kOhm
Perbandingan antara R terbaca dengan R perhitungan berbeda sangat signifikan. Hal ini terjadi karen saat melakukan pengukuran arus, data yang kami dapatkan besar arus sama pada setiap resistor. Seharusnya, menurut Hukum Ohm, besar arus pada suatu rangkaian berbanding terbalik dengan hambatannya. Dengan Kata lain, jika semakin besar hambatan maka arus akan semakin kecil (begitupun sebaliknya)
Pada percobaan yang telah dilakukan, besarnya arus sama pada setiap resistor. Padahal percobaan dilakukan dengan memvariasikan besarnya resistor. Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan benda itu terjadi :
- faktor modul hukum ohm yang digunakan dalam percobaan tidak berfungsi dengan baik
- kesalahan praktikan dalam mengukur arus pada rangkaian
2. Apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan pengukuran pada percobaan Hukum Ohm?
Jawab :
- Alat ukur : ukuran multimeter yang terbatas, resistansi internal komponen, dan kalibrasi alat yang tidak tepat
- Kesalahan manusia : kesalahan dalam membaca skala pada alat ukur analog,salah mencatat atau membulatkan nilai pengukuran. dan ketidaktelitian dalam menyusun rangkaian.
- Kulitas komponen rangkaian : resistor tidak ideal, sumber tegangan (power supply) yang tidak stabil
3. Jika nilai resistansi diperbesar sedangkan tegangan tetap, bagaimana pengaruhnya terhadap arus?Apakah sesuai dengan teori Hukum Ohm?
Jawab :
Berdasarkan teori Hukum Ohm, jika resistansi diperbesar dengan tegangan tetap, maka arus yang mengalir pada rangkaian semakin kecil. Secara matematis dituliskan :
Namun pada percobaan yang telah dilakukan, saat resistansi diperbesar dengan tegangan tetap (4,99V), arus pada rangkaian tidak berubah (sama pada setiap resistornya 0,35mA). Artinya percobaan tidak sesuai dengan teori.
Mesh
1. Bandingkan nilai arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran. Apakah terdapat perbedaan? Jelaskan.
Jawab :
Terdapat perbedaan arus hasil perhitungan metode mesh dengan arus hasil pengukuran dengan selisih rata-rata 0,21. Hal ini disebabkan :
- Toleransi resistor (5% atau 10%)
- Hambatan internal alat ukur
- Metode mesh mengansumsikan komponen ideal dan tegangan sumber sempurna
2. Apa keuntungan menggunakan metode mesh dibandingkan metode analisis biasa pada rangkaian yang kompleks?
Jawab :
- Meminimalkan jumlah variabel : hanya menggunakan arus mesh sebagai variabel utama(I1, I2, I3, ... In), bukan semua cabang arus
- Sistematis : persamaan dibentuk secara mekanis mengikuti loop. Cocok untuk rangkaian dengan banyak resistor seri-paralel
- Mengurangi kesalahan karena alur analisisnya terstruktur
3. Mengapa pada resistor yang berada di antara dua mesh, arusnya merupakan selisih dua arus mesh
Jawab :
Ketika sebuah resistor berada di antara dua mesh, maka dua arus mesh melewatinya dengan secara berlawanan
Arus mesh I1 kebawah melalui R3. Arus mesh I2 mengalir ke atas melalui R3 (berlawanan).
Download Laporan Akhir di sini


Komentar
Posting Komentar